Plafon gypsum menjadi pilihan populer bagi banyak orang karena tampilannya yang rapi, ringan, dan mudah dipasang. Namun, plafon gypsum juga rentan terhadap kerusakan jika tidak melakukan perawatan dengan baik. Artikel ini akan membahas 7 penyebab plafon gypsum rusak serta cara mengatasi dan mencegah kerusakan tersebut secara lengkap.

Penyebab Plafon Gypsum Rusak

Penyebab Plafon Gypsum Rusak

1. Kelembaban Tinggi Menjadi Penyebab Plafon Gypsum Rusak

Plafon gypsum memiliki kelemahan terhadap kelembaban yang tinggi. Jika plafon terpapar air dalam jangka waktu lama, maka material gypsum dapat menyerap air dan menjadi rapuh.

a. Penyebab Kelembaban

  • Kebocoran atap adalah penyebab umum plafon gypsum terkena air.
  • Ventilasi yang buruk di dalam ruangan juga dapat memicu tingginya tingkat kelembaban.

b. Cara Mengatasi

  • Segera perbaiki kebocoran atap dan pastikan saluran air di atap berjalan lancar.
  • Pasang ventilasi yang baik di dalam rumah untuk mengurangi kelembaban.

Silahkan baca juga: 10 Ide Plafon Ruang Tamu Yang Elegan

2. Perubahan Suhu Ekstrem

Gypsum memiliki sifat yang kurang tahan terhadap perubahan suhu ekstrem. Bahkan pergantian suhu yang drastis dapat membuat plafon gypsum retak atau melengkung.

a. Faktor Pemicu Suhu Ekstrem

  • Penggunaan AC yang berlebihan atau pemanas juga dapat memicu perubahan suhu mendadak di ruangan.
  • Panas dari lampu yang terlalu dekat dengan plafon juga dapat merusak permukaan gypsum.

b. Solusi Mengatasi

  • Jaga suhu ruangan tetap stabil dengan pengaturan yang baik.
  • Pastikan jarak antara lampu dengan plafon cukup aman, sehingga panas dari lampu tidak langsung mengenai gypsum.

Silahkan baca juga: Tren Desain Plafon Terbaru Untuk Tahun Ini

3. Pemasangan yang Tidak Tepat

Kesalahan dalam proses pemasangan bisa juga menjadi salah satu penyebab plafon gypsum rusak. Selain itu pemasangan yang tidak rata atau penggunaan material pendukung yang kurang berkualitas bisa mempercepat kerusakan.

a. Kesalahan Umum dalam Pemasangan

  • Penggunaan rangka yang tidak kuat dapat membuat plafon melengkung.
  • Penggunaan sekrup yang terlalu sedikit atau tidak sesuai standar itu juga dapat menyebabkan plafon bergoyang bahkan bisa roboh.

b. Langkah Perbaikan

  • Pastikan pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman.
  • Gunakan rangka besi atau aluminium yang kuat dan berkualitas agar plafon terpasang dengan kokoh.

Silahkan baca juga: 8 Inspirasi Desain Plafon Untuk Kamar Tidur

4. Serangan Rayap atau Hama

Rayap tidak hanya menyerang kayu, tetapi juga dapat merusak plafon gypsum, terutama jika ada bagian rangka yang terbuat dari kayu.

a. Gejala Serangan Rayap

  • Terdapat lubang kecil atau serpihan gypsum di sekitar plafon.
  • Plafon menjadi rapuh dan mudah retak tanpa sebab yang jelas.

b. Cara Pencegahan

  • Gunakan bahan anti-rayap pada rangka plafon.
  • Lakukan pemeriksaan secara rutin dan gunakan jasa pembasmi rayap jika perlu.

Silahkan baca juga: Jasa Pasang Plafon Gypsum Bandung

5. Tekanan atau Benturan Fisik

Plafon gypsum memiliki struktur yang tidak terlalu kuat terhadap tekanan atau benturan fisik. Jika terkena benda berat atau terkena benturan keras, plafon bisa retak atau bahkan runtuh.

a. Penyebab Tekanan Fisik

  • Pemasangan perangkat elektronik seperti kipas gantung atau lampu besar dapat menambah beban pada plafon.
  • Benturan dari aktivitas di lantai atas (jika plafon berada di lantai bawah) juga dapat menyebabkan kerusakan.

b. Langkah Pencegahan

  • Hindari memasang benda berat di plafon gypsum.
  • Pastikan juga lantai atas tidak memberikan beban berlebih yang bisa menekan plafon.

Silahkan baca juga: Jasa Kontraktor Plafon Bandung

6. Usia Plafon yang Sudah Tua

Seperti material bangunan lainnya, plafon gypsum juga memiliki umur pakai. Setelah jangka waktu tertentu, gypsum juga bisa mengalami degradasi kualitas, menjadi rapuh, dan rentan rusak.

a. Tanda-Tanda Plafon Tua

  • Warna yang memudar atau berubah kekuningan.
  • Terdapat retakan kecil yang semakin banyak dan melebar seiring waktu.

b. Cara Mengatasi

  • Lakukan penggantian plafon secara berkala, terutama jika usia plafon sudah lebih dari 10 tahun.
  • Gunakan material gypsum berkualitas tinggi untuk meningkatkan ketahanan plafon.

7. Kondisi Lingkungan yang Tidak Stabil

Lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap kondisi plafon gypsum. Plafon yang terpasang di daerah dengan kelembaban tinggi, suhu yang tidak stabil, atau bahkan sering terjadi getaran bisa lebih cepat rusak.

a. Faktor Lingkungan

  • Daerah rawan gempa atau lokasi dekat jalan raya yang sering terkena getaran kendaraan.
  • Lingkungan dengan kadar garam tinggi, seperti dekat pantai, juga dapat mempercepat korosi pada rangka plafon.

b. Langkah Antisipasi

  • Gunakan rangka plafon yang tahan korosi dan kuat terhadap getaran.
  • Pilih lokasi pemasangan yang aman dan stabil dari getaran atau faktor lingkungan yang ekstrem.

Kesimpulan

Plafon gypsum, meskipun memiliki kelebihan dalam estetika dan kemudahan pemasangan, tetap memerlukan perawatan khusus agar tidak mudah rusak. Dengan memahami penyebab plafon gypsum rusak, seperti kelembaban tinggi, pemasangan yang tidak tepat, juga faktor lingkungan. Maka dari itu kita bisa mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif.

Mengatasi kerusakan plafon sejak dini dapat memperpanjang umur pakai plafon dan juga menjaga kualitas estetika ruangan Anda. Pastikan juga menggunakan material berkualitas serta tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan dan perawatan plafon gypsum.